Kenapa native ISO tidak selalu 100?
Kamu mungkin berpikir, bila kameramu hanya memiliki satu native ISO, pastinya ISO tersebut adalah 100. Namun sebenarnya, kebanyakan kamera modern memiliki native ISO yang bukan 100.
Native ISO sendiri adalah tingkat sensitivitas dasar sensor kamera saat menangkap cahaya tanpa ada tambahan penguatan elektronik di belakangnya. Jadi, ini adalah ISO paling murni di mana sensor bekerja dengan efisiensi terbaik.
Kenapa tidak selalu 100? Karena desain sensor setiap kamera berbeda. Produsen bisa memilih menyeimbangkan antara dynamic range, noise level, dan rentang exposure. Misalnya, ada kamera yang punya native ISO di 200, bahkan ada juga yang 640. Misalnya kamera sinema seperti ARRI Alexa terkenal dengan dual native ISO, 800 dan 3200. Ini memungkinkan fleksibilitas luar biasa saat shooting di kondisi terang maupun gelap tanpa mengorbankan kualitas gambar.
Jadi, jika kameramu memiliki native ISO bukan 100, itu bukan berarti kameramu buruk. Justru bisa jadi hasil perancangan khusus supaya kamera lebih optimal untuk jenis pemotretan tertentu.
Kalau kamu mau hasil paling bersih dengan noise minimal dan dynamic range maksimal, gunakan native ISO kameramu. Kalau kameramu memiliki dual native ISO, manfaatkan keduanya sesuai situasi. ISO rendah untuk kondisi terang atau outdoor, ISO tinggi untuk low-light. Jangan kaget kalau saat memakai ISO 100 di kamera yang native 200, dynamic range justru sedikit berkurang, karena sebenarnya ISO 100 adalah hasil "pull" elektronik, bukan bawaan asli sensor.