Suara pada Komputer Lama
Berbeda dengan komputer sekarang yang semuanya memiliki chip suara yang sama, komputer dahulu tidak dapat langsung memainkan sebuah file audio, melainkan harus mesintesis suara dari berbagai macam bentuk gelombang suara, seperti sine, square, pulse, triangle, saw, dan macam lainnya. Disamping bentuk gelombang tersebut, ada juga yang dinamakan ADSR. ADSR merupakan singkatan dari Attack, Decay, Sustain, dan Release. Ini adalah empat tahap dasar dalam pembentukan karakter suara. Attack adalah seberapa cepat suara mencapai volume maksimal setelah dimulai. Decay adalah penurunan volume setelah tahap attack, menuju level sustain. Sustain adalah tingkat volume yang bertahan selama suara dipertahankan. Terakhir, Release adalah waktu yang dibutuhkan suara untuk menghilang setelah dilepas.
Di komputer lama seperti Commodore 64, Atari ST, atau Nintendo NES, suara tidak berasal dari file audio seperti MP3 atau WAV, melainkan disintesis secara langsung oleh chip suara. Salah satu chip yang terkenal adalah SID (Sound Interface Device) yang digunakan di Commodore 64. Chip ini memiliki karakter suara yang khas dan masih dihargai sampai sekarang karena fleksibilitas dan kualitas suaranya.
Karena keterbatasan memori dan teknologi saat itu, para programmer harus kreatif dalam menghasilkan suara. Mereka menulis instruksi-instruksi khusus agar chip suara bisa menghasilkan musik dan efek yang diinginkan. Dari keterbatasan inilah lahir gaya musik seperti chiptune, yang memanfaatkan suara-suara digital khas dari perangkat lama.
Musik dari komputer-komputer ini mungkin terdengar sederhana dibanding standar modern, tetapi di baliknya ada kompleksitas teknis yang luar biasa. Sampai hari ini, banyak musisi dan pengembang game masih terinspirasi oleh suara-suara ini karena keunikan dan nilai historisnya.